Haitsu, PG, idk the genre, 498 words

Hydeholic/uti3x

 

Hyde terbangun dari tidur sebentarnya di sofa member room, telinganya samar-samar menangkap lagu I’m so Happy dan itu benar-benar mengagetkannya. Bahkan kini dia sudah duduk tegak karena sudah terbangun sepenuhnya.  I’m so happy berhasil membangunkan dirinya yang biasanya susah sekali membuka mata dari tidurnya.

Doushitano? Aku menyetelnya terlalu keraskah?”

Hyde menatap Tetsu yang masih duduk di depan meja memainkan bassnya.

“Tidak apa-apa. Kamu yang menyetelnya?”

“Un…” Angguk Tetsu tanpa memandang Hyde “cuma sekedar ingin mendengarkan lagu lama. Aku sedang butuh ide.”

Hyde menggeliat dan mengganti posisinya untuk duduk lebih nyaman lagi, dirinya sudah benar-benar terbangun sekarang dan mendengarkan lagu itu dengan seksama. Ekspresi Hyde benar-benar aneh dan ekor mata Tetsu menangkap keganjilan itu.

Doushitano?”

“ Uhm….aku tidak menyadari ternyata suaraku dulu seperti ini.”

Tetsu menyeringai kering mendengar jawaban vokalisnya itu, ingin sekali dia menyetel Dune dan Shutting from The Sky setelah lagu ini selesai. Segala omelannya kemarin tentang perubahan suara itu selalu disangkal Hyde, tapi kali ini hanya dengan satu lagu dia menyadari letak permasalahannya. Orang ini benar-benar selalu membuatnya sakit kepala.

Tiba-tiba Tetsu teringat sesuatu.

“Feeling seperti apa yang kamu pakai dulu?”

“…sumimasen?”

“Kamu menyanyikan lagu ini  dengan emosi seperti apa? Masih kurang jelas?”

Tetsu merasa jengkel karena Hyde seperti pura-pura tidak memahami pertanyaannya. Hyde sendiri masih diam dengan jubelan pertanyaan juga di kepalanya. Kenapa tetsu tiba-tiba membahas ini? Apa masalahnya? Apakah ini penting untuk diungkit? Apa maksud dia sebenarnya?

“Uhm…etto…”

“Apakah sebahagia itu? Sesuai judulnya.”

Nafas Hyde tercekat.  Ada sebilah pisau terbang entah dari mana menancap lurus tepat di jantungnya. Berani-beraninya Tetsu bertanya seperti itu! Benar-benar arogan dan tak berperasaan. Hyde sedang menimbang-nimbang,  ini  pertanyaan seorang leader-sama atau seorang Tetsuya karena jawabannya akan jauh berbeda.

“No. Not that happy.” Jawab Hyde seketika dan cepat agar tak menyesal kemudian. Tetsu terhenyak kaget mendengarnya.  Tetsu yakin ini jawaban dari hati Hyde sebagai seorang manusia merdeka, bukan seorang vokalis dan rockstar penakluk wanita.

“So…you’re not that happy with me.”

Tetsu mengatakannya dengan santai seolah-seolah bilang bisakah-aku-minta-susu-sebagai-pengganti-creamer-untuk-kopiku-ini? Dan melengos menekuri kembali bassnya. Kesimpulan sepihak yang hanya Hyde respon dengan tersenyum hambar. Masih saja dia bersikap seperti itu.

“Tapi itu masa lalu.”

“Aku yakin sekarang juga tidak ada bedanya.”

“Now I’m happy.”

Tetsu yang semula berkutat dengan bassnya menghentikan kegiatannya itu. Dia membalas pandangan lurus Hyde yang menghunjam manik matanya. Dia yakin hanya ada dirinya disitu, di mata yang indah itu.

“I’m so happy.”

“……” Tetsu sempat ingin membuka mulut namun urung dilakukannya. “Baguslah.”

“Tetchan….i’m serious.”

“Oke…”

“Aku jujur. I’m so happy.”

“Oke…oke…kalau begitu kita buktikan saja.”

“Apa…maksudmu?”

“Kita remake lagu ini untuk single baru kita.”

“Apa? Kamu serius?”

“Apa aku pernah bercanda jika soal lagu?”

“Tidak.” Jawab Hyde pasrah merasa seharusnya ini tidak pernah terjadi “Jadi akan di-punk?”

“Bukan. Akustik. Aku ingin ini dimainkan akustik sama seperti masa itu, lalu kita lihat saja perbedaanya. ” Tetsu mengatakannya dengan tersenyum manis yang Hyde tahu ada banyak makna dibalik kelembutan lengkung manis di bibir itu. Tetsu menantangnya tanpa basa-basi.

Hyde memandangi dalam diam dan menimbang. Tidak ada opsi bantahan dalam otaknya sekarang, karena dia tahu tidak mungkin membantah leader-sama, hanya berpikir betapa konyol semua ini. Semoga tidak jadi malapetaka saja lah. Hyde sudah capek hidup dengan segala kontroversi masalah perasaan ini.  Butuh waktu sejenak untuk Hyde menyambut tantangan itu dengan senyum tulus. Anggukan kepalanya semakin mengembangkan senyum Tetsu.

You will know it Tetchan…I’m so happy to be with you till now.

 

…..the end….

 

 

Iklan