Cari

sevendaysdreaming

karena hidup itu perlu diselingi mimpi dan lamunan

bulan

Desember 2014

Review “Hwayi”: Makna Keluarga Versi Dramatis Ironis

Sebenarnya awalnya merasa aneh Yeo Jin Goo main film. Maksudku, aneh di sini adalah “hei, baru sekarang dia main film?” karena dia selalu bagus di banyak serial jadi rasa-rasanya kok telat banget.

Jadi akhirnya saia nonton dong sebagai fans dek Jin Goo.

“Hwayi” memiki banyak poin yang membuatku kepo dari dulu pengen nonton dan akhirnya bisa ketonton juga sekarang. Pertama, minat karena ada dedek Yeo Jin Goo. Mau tahu sekeren apa karena biasanya di drama mainnya juga udah bagus banget. Kedua, karena ceritanya yang menurutku kreatif dan mengundang penasaran. Seorang anak dibesarkan oleh 5 ayah penjahat sadis, lalu apakah dia akan jadi monster seperti ayahnya atau tetap sesuai naturenya yang anak baik? Apalagi dia dididik para ayahnya untuk jadi penembak jitu, membantu pekerjaan mereka sebagai kriminal kelas kakap.

Ketiga, makin kepo karena Yeo Jin Goo dinominasikan banyak award sebagai new comer tapi kalah semua. Yang mengalahkan adalah versi dewasanya di “I Miss You” alias Park Yoochun. Oke, karena saya sudah lihat performa Yoochun di “Haemoo” yang berhasil mengalahkan Yeo Jin Goo, Siwan, Choi Jin Hyuk dan Kim Woo Bin jadi ini saatnya membandingkan dengan “Hwayi”.

Membandingkan, catat itu!

Jadi review ini pada akhirnya akan membandingkan Yeo Jin Goo dan Yoochun.

Continue reading “Review “Hwayi”: Makna Keluarga Versi Dramatis Ironis”

Iklan

Review “Sea Fog”: Sebuah Kejutan Akting dari Yoochun

sea-fog-affiche(poster “Haemoo” untuk pemutaran di Perancis)

Akhirnya saya menonton “Sea Fog” alias “Haemoo” untuk judul pasar internasional.

(btw, saya lebih suka menyebutnya “Haemoo” karena lebih mudah diucapkan dan unik)

Saya bilang “akhirnya” karena memang sebuah hal tak terduga. Awalnya sama sekali tidak berniat nonton sejak tahu itu film genre kelas festival meski saya ini ultimate bias-nya Yoochun. Pengalaman tak menyenangkan dengan film-film Korea kelas festival bikin saya hilang selera. Alhasil 3 bulan sejak rilis saya tak meliriknya hingga semua berubah ketika Yoochun menang 3 award best newcomer dari “Sea Fog”. Rasa kepo memuncak ketika dia menyingkirkan Yeo Jin Goo dan Siwan yang begitu dijagokan publik di Grand Bell Awards 2014. Tapi hati baru benar-benar tergerak nonton ketika liat fancam cuplikan adegannya di penghargaan asosiasi kritikus film. Just simple, karena saya gak mengenali sosok Yoochun di cuplikan itu.

Walhasil, itu film yang udah 3 minggu nganggur di meja kujamah juga buat diperawani lepiku.

kuanggurin karena belum siap mental nonton bed scene Yoochun.

…dan setelah menonton saya merasa silly selama ini gak siap mental karena sex scene (it’s not bed because they lay on the floor) padahal malah menemukan berbagai adegan lebih disturbing daripada itu!

“Disturbing” itu terlalu kasar sebenarnya, tapi bagi standar seorang shipper maka itu kata yang paling pas mewakili perasaanku.

Oke, saya akan mulai untuk review dulu. Walau gak janji tapi diusahakan tanpa spoiler berhubung filmnya belum berusia setahun. Mari dimulai dari garis besar ceritanya (yang paling-paling ada di wiki tapi suer saya gak copas). Harap diingat tulisan ini akan sangat panjang.

Continue reading “Review “Sea Fog”: Sebuah Kejutan Akting dari Yoochun”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑