Sebenarnya awalnya merasa aneh Yeo Jin Goo main film. Maksudku, aneh di sini adalah “hei, baru sekarang dia main film?” karena dia selalu bagus di banyak serial jadi rasa-rasanya kok telat banget.

Jadi akhirnya saia nonton dong sebagai fans dek Jin Goo.

“Hwayi” memiki banyak poin yang membuatku kepo dari dulu pengen nonton dan akhirnya bisa ketonton juga sekarang. Pertama, minat karena ada dedek Yeo Jin Goo. Mau tahu sekeren apa karena biasanya di drama mainnya juga udah bagus banget. Kedua, karena ceritanya yang menurutku kreatif dan mengundang penasaran. Seorang anak dibesarkan oleh 5 ayah penjahat sadis, lalu apakah dia akan jadi monster seperti ayahnya atau tetap sesuai naturenya yang anak baik? Apalagi dia dididik para ayahnya untuk jadi penembak jitu, membantu pekerjaan mereka sebagai kriminal kelas kakap.

Ketiga, makin kepo karena Yeo Jin Goo dinominasikan banyak award sebagai new comer tapi kalah semua. Yang mengalahkan adalah versi dewasanya di “I Miss You” alias Park Yoochun. Oke, karena saya sudah lihat performa Yoochun di “Haemoo” yang berhasil mengalahkan Yeo Jin Goo, Siwan, Choi Jin Hyuk dan Kim Woo Bin jadi ini saatnya membandingkan dengan “Hwayi”.

Membandingkan, catat itu!

Jadi review ini pada akhirnya akan membandingkan Yeo Jin Goo dan Yoochun.

20140305_seoulbeats_hwayi-620x500

Cerita berawal dari 5 kriminal yang melakukan kejahatan dan berakhir menculik seorang balita. Tak tahu harus bagaimana akhirnya mereka membesarkan anak itu dan menamainya Hwayi, sebuah nama pohon fiksi dari Joellado. Hwayi tumbuh sebagai remaja normal namun punya 5 ayah yaitu: Seok Tae, leader yang cool dan kharismatik; Ki Tae, si gagap yang jago ngebut; Jin Seong, si perancang plan tiap aksi; Beom Soo, ahli menembak; Dong Beom, jago martial art yang berdarah dingin.

Sudah bisa ditebak, Hwayi tumbuh dididik jadi bagian dari kelompok untuk melakukan kejahatan.

Setiap ayah mewariskan keahliannya, maka di usia 16 tahun dia sudah jago menembak dan ngebut. Lalu akhirnya para appa mengajaknya melakukan tugas pertama, menembak saksi mata usai diinterogas polisi namun gagal. Ia pun dihajar sang aboji tapi diberi kesempatan lagi ikut tugas selanjutnya, yang ditentang oleh Jin Seong. Karena Jin Seong sudah siap mengirim Hwayi sekolah ke Singapura agar jadi anak baik.

Ternyata Hwayi berhasil di tugas kedua. Dia menembak seorang pria tua dengan membabi buta. Tapi ternyata ia menemukan rahasia di balik identitas pria tersebut yang menyangkut asal usulnya sendiri. Ya, pria itu sebenarnya ayah kandung Hwayi. Akhirnya Hwayi bergerak membalas dendam pada kelima ayahnya berbekal ilmu yang dimilikinya.

hwayi

Dengan cerita yang unik seperti itu menurutku eksekusinya terbilang bagus walau ada beberapa bagian terlalu dipanjang-panjangkan. Setidaknya alurnya yang “tidak ideal” bahwa orang tak bersalah itu selalu selamet cukup menarik. Pengkarakteran tiap ayah juga bagus, seperti pembedaan Hwayi yang memanggil 4 ayah dengan “appa” dan hanya 1 yang dipanggilnya “aboji” untuk menunjukkan dialah yang paling superior. Atau ada 2 diantara 3 ayah yang terlihat sangat  menyayangi Hwayi dan tulus mengusahakannya jadi anak yang baik agar tak seperti mereka.

Sedangkan untuk eksekusinya secara sinematografi juga cukup bagus. Bikin tegang pas adegan Hwayi kabur pakai mobil atau ketika berusaha ngebunuh semua ayahnya. Dia bisa menyampaikannya secara emosional.

Tapi sisi lucunya buatku, ini kan ceritanya anak sekolah 17 tahun yang mengalami tragedi tapi muka Yeo Jin Goo terlalu boros! Kalau gak tau mungkin ngira yang memerankan udah 20-an, padahal memang sesusianya dan masih SMA, apalagi aktingnya emang terlalu bagus untuk ukuran remaja. Rasanya dia seperti sudah lulus kuliah dan mengenakan seragam sekolah untuk memerankan Hwayi. Mungkin kalau mukanya lebih imut bakal bagus efeknya. Anak-anak yang nembak sana-sini dan histeris akan jauh lebih keren *ditembak Yeo Jin Goo pakai AK-47*

Soal adegan favorit tak ada yang membekas banget sih, cuma lumayan tergerak hatiku di scene akhir-akhir film. Juga waktu aboji-nya nembak si polisi karena Hwayi mau ditembak, “Kamu pikir kamu itu siapa?”. Dialog itu ngeliatin dia sayang sekali dengan Hwayi. Bisa dibilang sepanjang paruh kedua filmnya tegang terus, rasa-rasanya semua adegan jadi sama pentingnya. Selain itu tentunya yang paling membekas adalah saat Hwayi nangis meraung-raung telat menyelamatkan ibunya dari sang aboji. Itu satu-satunya scene yang level aktingnya Yeo Jin Goo di atas serial.

Lalu mari membandingkan dengan pesaingnya dari “Haemoo” aka “Sea Fog”.

Saya ingat saat Yoochun menang di Grand Bell Award dan banyak yang gak terima karena merasa Yeo Jin Goo jauh lebih bagus di “Hwayi”. Setelah saya nonton sih….memang lebih bagus Yoochun. Serius. Ini bukan perkara bias.

Tapi Yeo Jin Goo tetap bermain sangat bagus di “Hwayi”, bahkan aku sampai mau nangis pas adegan klimaks. Tapi dia masih level “bagus seperti biasanya”, bukan kayak Yoochun yang “bagus melebihi biasanya”. Hwayi itu dramatis dan histeris, seperti peran-peran yang biasa dimainkan Yeo Jin Goo sebelumnya jadi bisa dibilang tak ada yang mengejutkan dari dia di sini. Malah menurutku seharusnya dia bisa lebih baik lagi. Sedangkan Yoochun benar-benar mengubah total dirinya di “Haemoo” hingga tak bisa dikenali dan mengekspresikan akting yang belum pernah dia lakukan sebelumnya. Jadi ya menurutku wajar saja juri dan kritikus lebih memilihnya.

20131017000616_0

Kalau membaca interview Yeo Jin Goo di Nylon memang dia tidak bisa mengubah detil sikap secara total sesuai peran. Jad mungkin karena itu Hwayi sama seperti dirinya biasanya. Tapi secara emosional memang berat sampai harus konseling psikolog setelah selesai syuting, syukurnya juga peran selanjutnya di sitkom yang ceria.

“I study the character’s personality or the emotions. My sunbaes go as far as to change the way they speak for each character they play and I think this is something I can’t do yet. It takes time for me to understand a character.”

Tapi saya enjoy melihat akting Yeo Jin Goo di “Hwayi” kok, juga karena eksekusinya bagus. Oh iya, saya juga puas dengan endingnya. Jauh lebih puas dibanding ending “Haemoo” walau sebenarnya sama-sama menggantung atau open-ending.

Biar komplit, saya akan cari “The Divine Move”, “The Attorney” dan nonton “Friends 2” biar bisa menilai Siwan, Choi Jin Hyuk dan Kim Woo Bin sebagai pembanding. Tapi saya memang suka mereka sih, terutama Siwan dan Choi Ji Hyuk.

Saya juga menantikan versi remake Hollywood-nya. Apakah sebagus aslinya, terutama si Hwayi.

Iklan