Ya, saia baru nonton drama “Misaeng” sekarang ini, setahun setelah tamat dan hype-nya udah lewat XD

Dari dulu kepengen nonton tapi terlalu banyak drama yang mencuri perhatianku, sekarang pun iya, tapi kebetulan lagi males nonton drama makjang (lebay) jadi mulai melirik drama yang woles-woles aja. Sempat nonton “Producer” Kim Soo Hyun tapi ternyata too much “drama” juga jadi akirnya aku iseng nonton “Misaeng” sambil lalu. Di luar dugaan, drama ini emang ajaib…punya “something” yang bikin terpikat dan terus penasaran ples “gemes”.

Kupikir aku akan menontonnya sambil lalu tapi ternyata akirnya aku mantengin dengan serius. Rasanya tiap adegan dan dialog gak bisa dilewatkan, semuanya penting. Jadi nyadar kenapa “Misaeng” bener-bener dapat pujian tinggi dan mewabah banget di Korea sono.

Kuakui “Misaeng” perfect dari semua sisi….mulai cast, sutradara, penulis naskah hingga eksekusi editingnya. Biasanya korea payah bikin drama adaptasi tapi ini bener-bener sempurna karena denger-denger “setia” ama web-toon aslinya. Komikusnya, Yoon Tae Ho, juga dipercaya pegang porsi besar di dramanya dan dia bener-bener riset mendalam dengan jadi pegawai di perusahaan trading selama sebulan demi mengerjakan “Misaeng”.

and…voila! The result is daebak!

Sebagai seorang writer juga, saia salut dengan naskah “Misaeng” yang kuat, mengalir, real tapi tanpa terasa jleb banget kalo pake istilah kekinian. Sampe gak bisa milih deh quote yang kece karena semuanya bagus! Politik kantor dan drama senioritasnya ya yang terjadi di keseharian (misalnya hanya karena pinjam lem bisa bikin dua divisi bertengkar atau diskriminasi yang diterima Ahn Young Yi hanya karena dia wanita tapi pintar dan cekatan).

Lalu keheranan saia berikutnya adalah cara ngesyut “Misaeng” yang kebanyakan dihabiskan di dalam cubicle dan ruangan kantor tapi hasilnya menarik. Feel-nya saat tegang, misterius, tenang, dll tetep dapet padahal pergerakan kamera kan terbatas. Salut sama pak sutradara dan bagian editing bisa bikin gak ngebosenin walau kesannya biasa-biasa saja, gak menonjol.

Para pemerannya juga aktingnya pas, natural, gak berlebihan untuk ukuran cerita slice of life. Layaknya kehidupan sehari-hari, banyak adegan yang tidak ada pengucapan dialog dan lebih disampaikan lewat tatapan mata kemudian berlalu tanpa kata. Saia suka adegan-adegan itu dan monolog dalam hatinya juga pas, lebih banyak soal refleksi diri seperti yang biasa dipikirkan orang-orang ketika merenung.

Karena itu juga penampilan tokoh-tokohnya juga kantoran banget. Kang Sora bisa dibilang satu-satunya yg bikin drama ini “seger” tapi seragam ketatnya ya ga berlebihan, apalagi rambutnya selalu dikucir asal-asalan karena saking sibuknya kerjaan dia. Kepala divisi cenderung kemejanya kusut dengan mata merah kurang tidur, Jang Gu Rae si anak baru yang lugu seragamnya clean, Suk Yool yang karakternya sotoy easy going lebih “trendi” dan Baek Ki selalu perlente karena dia serius.

Lalu apa yang menarik perhatianku?

Ya, semuanya itu. Jadi tahu gambaran kehidupan salary man di Korea yang juga berat.

Lalu tentu saja, Jang Gu Rae.

Netter biasanya nyebut perannya Siwan itu dg sebutan “Our Jang Gu Rae”. Sekarang aku jadi tau kenapa. Karena dia ya seperti kita-kita, terutama yang baru saja nyemplung dunia kerja kantoran. Canggung, pengetahuan kurang, bekerja keras untuk beradaptasi, mempelajari politik kantor dan bagaiamana menghadapinya, lari ke sana kemari dan banyak sabar.

Lalu…..faktor terbesar saia suka bgt “Misaeng” selain ndak ada cinta-cintaan adalah…..

“Bromance” manajer Oh dan Jang Gu Rae!

Manajer Oh itu orangnya keras, kalo mbentak gak kira-kira, gampang emosi tapi sebenarnya baik hati dan loyal ke anak buah. Tadinya Gu Rae salah sangka dengan sikap itu tapi akhirnya paham dan malah suka senyum-senyum kalau dibentak hahaha~~chemistry mereka luar biasa, tanpa banyak kontak tapi subtle.

Lalu aku juga suka humor di “Misaeng” ketika Gu Rae dipanggil. Dia sering nyahut ketika orang lain bilang “gu rae” alias “oke” dan mereka njawab “bukan manggil kamu”…hahaha~

Malah pada akhirnya aku lebih related ke manajer Oh sebagai team leader dibanding perjuangan Jang Gu Rae sih. Mungkin karena aku juga merasakan posisinya di kerjaanku. Emang susah punya anak buah fresh graduate walo bisa disuruh-suruh hehehe~

This is my favorit quote from “Misaeng”

Iklan